Berita terbaru Podomoro Park Bandung  BACK TO NEWS

Podomoro Park Bandung, Kawasan Hunian Resort Bebas Banjir

Musim hujan dengan intensitas tinggi kerap menimbulkan banjir pada sejumlah wilayah di Indonesia. Awal tahun 2020 ini, banjir yang melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) lebih parah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Dampaknya, ratusan permukiman penduduk dan kawasan bisnis terendam banjir dengan ketinggian mencapai 2-3 meter. Bahkan, bencana banjir tahun ini berpotensi mengancam bisnis properti yang tergenang banjir.

Banjir yang menggenangi perumahan menyebabkan trauma bagi penghuni sehingga banyak warga Jakarta yang mulai menimbang untuk pindah rumah ke kawasan bebas banjir. Begitu pula dengan generasi milenial dan keluarga muda, banjir menjadi preseden buruk sekaligus momentum bagi mereka untuk mencari-cari rumah di kawasan yang bebas banjir.

Menariknya, Kabupaten Bandung terutama Bandung Selatan yang notabene sering terganggu oleh banjir, sekarang relatif kering setelah secara intensif dilakukan normalisasi atau pengerukan Sungai Citarum. Apalagi, Terowongan Nanjung di Curug Jompong, Kabupaten Bandung, telah dioperasikan sehingga bisa mengatasi permasalahan banjir akibat luapan Sungai Citarum.

Dengan masifnya bencana banjir yang mengganggu aktivitas warga dan perekonomian Jakarta, masyarakat mulai melirik Bandung sebagai alternatif daerah yang terbebas dari banjir, sekaligus daya tarik baru bagi warga Jakarta untuk memiliki hunian kedua di Bandung. Satu-satunya sunrise property yang menjadi pilihan terbaik untuk dihuni, bernilai investasi tinggi, sekaligus kawasan emas bisnis adalah kawasan hunian resort Podomoro Park Bandung.

Berada di lokasi strategis yang hanya 2 km dari Gerbang Tol Buahbatu atau 9 km dari pusat Kota Bandung (Gedung Sate), Podomoro Park dibangun di lahan seluas 130 hektare yang bebas dari banjir. Jalan Terusan Buahbatu yang menjadi jalur lintasan utama menuju Podomoro Park juga aman dari banjir karena mitigasi bencana banjir dari pemerintah semakin baik di sepanjang daerah aliran Sungai (DAS) Citarum.

Pasalnya, pemulihan DAS Citarum rutin dilaksanakan pemerintah dan instansi terkait sehingga sejumlah kecamatan, seperti Baleendah dan Dayeuhkolot yang menjadi langganan banjir, akan segera terbebas dari banjir. Dengan demikian, daerah-daerah penyangga Podomoro Park akan menjadi kawasan bebas banjir sehingga perlintasan menuju destinasi wisata ke Bandung Selatan akan semakin nyaman.

Apalagi, kini waktu tempuh Bandung-Jakarta lebih cepat dengan pembangunan infrastruktur Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated Toll) sepanjang 36 km yang sudah beroperasi sejak pertengahan Desember 2019. Beriringan pula dengan progres konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung yang mencapai 50% pada akhir tahun 2019. Proyek nasional ini juga menjadi prioritas utama pemerintah yang pembangunan fisiknya ditargetkan selesai tahun 2020 dan siap operasional pada pertengahan 2021.

Ketika kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mulai beroperasi, waktu tempuh kedua kota besar tersebut hanya kurang lebih 36 menit menggunakan kereta cepat dari semula 3-5 jam saat lalu lintas kendaraan normal. Setelah tiba di pusat Kota Bandung, pengguna kereta cepat bisa melanjutkan dengan LRT Bandung Raya sekitar 15 menit kemudian berhenti di stasiun LRT (light rail transit) yang berada tepat di depan kawasan Podomoro Park. Dengan demikian, total waktu tempuh Jakarta-Bandung dengan moda transportasi terpadu kereta cepat dan LRT menuju Podomoro Park kurang dari 1 jam saja.

Dengan singkatnya waktu tempuh Jakarta-Bandung, akan semakin meningkat tren masyarakat yang bekerja di Jakarta, tetapi tinggal di Bandung khususnya di kawasan Podomoro Park. Dengan adanya pembangunan infrastruktur yang massif akan mendorong Bandung bertransformasi sebagai the next megapolitan city. Perkembangan kota juga akan mengarah ke Bandung Selatan dan Podomoro Park akan menjadi kawasan emas sebagai pusat bisnis, investasi, dan pertumbuhan properti.

 Akasha, Rumah Singgah Bebas Banjir

Podomoro Park tidak hanya dibangun di lokasi yang sangat strategis, tetapi juga di kawasan bebas banjir. Dalam pembangunannya pun, Podomoro Park memperhatikan lingkungan dan kawasan hunian agar selaras dengan alam (harmony with nature). Podomoro Park merupakan proyek masterpiece yang dibangun oleh Agung Podomoro Land (APL). Dalam setiap membangun propertinya, Agung Podomoro Land tentu telah melakukan riset terlebih dahulu secara mendalam sehingga produk yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar. 

Kawasan Podomoro Park didukung oleh kemewahan lima elemen alam yang menjadikannya hunian resort terbaik sekaligus unique selling point. Kelima elemen tersebut adalah pemandangan barisan gunung Malabar dan Patuha, udara sejuk dari wind tunnel pegunungan Bandung Selatan, pepohonan rimbun dan collective garden, hampir 50% lahan area terbuka hijau, serta yang utama adalah danau buatan nan megah sepanjang 1 km.

Dengan sederet keistimewaan kawasan hunian resort terbaik di Bandung dan Jawa Barat ini, Podomoro Park telah sukses meluncurkan tiga klaster perumahan yang sudah diserap 90 persen atau lebih dari 600 unit hanya dalam waktu 1 tahun selama tahun 2019. Melihat animo yang begitu besar, terutama kalangan milenial dan keluarga muda, Podomoro Park menghadirkan lebih awal tipe terbarunya tipe Akasha, rumah 2 lantai dengan harga terjangkau hanya mulai dari Rp 900 jutaan.

Dengan memiliki hunian tipe Akasha, konsumen tidak hanya mendapatkan harga yang terjangkau, tetapi juga hunian resort di kawasan elite Podomoro Park Bandung. Akasha bisa menjadi referensi terbaik bagi warga Jakarta untuk tinggal di Bandung meski tetap bekerja di ibu kota. Hunian resort 2 lantai ini pun bisa menjadi rumah singgah tatkala ibu kota kembali diterjang banjir besar seperti terjadi baru-baru ini.*