Wisata 
Bandung Selatan




 

1. Kawah Putih

Bandung Selatan menyimpan banyak keindahan, salah satunya adalah Kawah Putih.
Kawah Putih ini adalah kawah dari Gunung Patuha, banyak dikenal dengan sebutan kawah putih karena tanahnya putih dan airnya berwarna biru kehijauan. Gunung Patuha di daerah Bandung Selatan dianggap oleh masyarakat sekitar Ciwidey sebagai gunung tertua. Pada tahun 1837, seorang Belanda bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809 – 1864) mengadakan perjalanan ke Bandung Selatan. Ketika sampai di kawasan tersebut, Junghuhn merasakan suasana yang sangat sunyi, sepi, dan tertegun menyaksikan pesona alam yang begitu indah di hadapannya, dimana terhampar sebuah danau yang cukup luas dengan air berwarna putih dengan bias warna biru dan hijau. Lokasi Kawah putih terdapat di Jl. Raya Soreang Ciwidey yang berjarak sekitar 25 km dari Kabupaten Bandung.

 

2. Perkebunan The Malabar

Hamparan kebun teh yang sangat luas akan memanjakan mata Anda ketika berkunjung ke perkebunan teh Malabar Bandung Selatan. Ternyata keindahan tidak hanya dapat dirasakan dari kejauhan saat memandang eloknya pegunungan Malabar, tetapi saat memandang dari jarak yang dekat. Hamparan kebun teh akan membuat Anda sejenak menghilangkan kepenatan dari riuhnya suasana perkotaan.
Dibalik keindahannya tersebut, kebun teh Malabar menyimpan banyak cerita. Kebun teh ini didirikan oleh Karel Albert Rudolf Bosscha yang datang ke Indonesia pada tahun 1887, seorang juragan seluruh perkebunan teh di Kecamatan Pangalengan dan berperan dalam membangun gedung bersejarah di Bandung, diantaranya Societeit Concordia (Gedung Merdeka), Observatorium Bosscha, dan Technische Hoogeschool (Institut Teknologi Bandung).
Saat ini kebun teh Malabar dikelola oleh PT Perkebunan Nusanatara (PT PN) VIII, diperkirakan sudah berusia sekitar 120 tahun, banyak penduduk sekitar yang telah bergantung pada kebun teh ini untuk kegiatan perekonomiannya. Kebun teh Malabar berada di ketinggian 1.550 m di atas permukaan laut dengan suhu 16-26 derajat celsius. Kebun teh yang memiliki luas sebesar 2.022 hektare ini berada di kawasan Pangalengan yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung Selatan.

 

3. Situ Cileunca – Pangalengan

Daerah yang sudah terkenal akan pariwisatanya di Bandung Selatan ini memiliki banyak daya tarik pariwisata, salah satunya adalah Situ Cileunca yang memiliki luas sekitar 1400 hektar. Bila Anda menyukai aktivitas outdoor, di area kawasan Situ Cileunca Anda dapat melakukan aktivitas seperti berperahu, camping, flying fox, paint ball dan lainnya. Serta jika Anda menyukai wisata alam yang memacu adrenalin, disana Anda dapat mengarungi sungai Palayangan sambil menikmati udaranya yang sejuk. Sungai Palayangan memiliki debit air yang sepanjang tahun relatif stabil sehingga dapat diarungi kapan saja. Alur sungai yang berkelok-kelok membuat suasana rafting lebih menantang. Setelah Anda menikmati keseruan menelusuri sungai, Anda akan disajikan keindahan perkebunan teh yang sesekali selimuti kabut. Keeksotisannya akan membuat Anda terpikat dengan wisata Bandung Selatan.

 

4. Situ patenggang

Salah satu destinasi yang terletak di Bandung Selatan ini memiliki daya tarik tersendiri. Terletak di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut, bentangan danau ini memiliki pemandangan yang sangat indah serta alam yang asri, karena disekitarnya terdapat hamparan kebun teh, juga selain itu terkenal dengan cerita legendanya. Situ Patengan atau dikenal juga dengan Situ Patenggang, kedua nama tersebut memiliki filosofi tersendiri yang menunjukan identitas situ serta saling memiliki keterkaitan. Apabila wisatawan menyebutnya “situ Patengan” hal ini mengacu kepada nama desa dimana danau ini berada yaitu di Desa Patengan. Nama “Patengan” berasal dari bahasa Sunda “Pateangan” yang artinya saling mencari. Sedangkan nama “Patenggang” sendiri yang juga dari bahasa Sunda yang artinya terpisah dari jarah ataupun waktu. Konon, kedua nama di atas menceritakan sebuah kisah sepasang kekasih yang saling mencintai, mereka bernama Ki Santang dan Dewi Rengganis.
Tempat ini menjadi tempat favorit wisata kaum muda karena memiliki daya tarik dengan adanya sebuah “Batu Cinta” yang diyakini masyarakat sekitar sebagai tempat bertemunya Ki Santang dan Dewi Rengganis.  Serta daya tarik lainnya adalah di tengah danau Situ Patenggang terdapat sebuah daratan berbentuk hati yang populer disebut “Pulau Asmara” atau ”Pulau Sasaka” yang diyakini masyarakat bila datang kesana bersama pasangan maka hubungannya akan langgeng.

 

5. Glamping Likeside

Glamping Lakeside merupakan sebuah kawasan resort di Ciwidey yang letak di Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tepatnya berada di salah satu tempat Wisata alam di Bandung yang terkenal yaitu Situ Patenggang, akses rute jalan menuju lokasinya ini sangat mudah untuk dijangkau, baik dengan kendaraan umum apalagi dengan kendaraan pribadi. Jika dari Jakarta aksesnya masuk tol Purbaleunyi dan keluar di pintu tol Kopo, Bandung. Selanjutnya dapat menuju jalur Ciwidey yang sudah diberikan papan petunjuk.
Selain menyediakan tempat penginapan dengan konsep menyatu dengan alam, Glamping Lakeside Rancabali juga memiliki fasilitas wahana permainan outdoors seperti flying fox, offroad, penyewaan motor ATV, paintball juga agrowisata seperti petik buah strawberry dan tea walk. Serta Pinisi Resto yang memiliki daya tarik melalui bentuknya yang menyerupai kapal pinisi yang letaknya di tengah perbukitan hijau.
Bagian dalam Restoran Pinisi terbagi ke dalam 2 lantai ruangan, bagian dalam lantai pertama adalah tempat untuk pesan makanan dengan area tertutup, sementara lantai ke dua adalah area makan indoor dan outdoor. Bagian luar ruangan lantai satu Pinisi Resto yang lokasinya tepat berada di bagian anjungan atau dek adalah lokasi favorit untuk berfoto.